Minggu, 10 Oktober 2010

Akhirnya Rusia Berhasil Ujicoba Rudal Bulava


Rusia Uji Coba Rudal Antar-benua


Moskow (ANTARA News) - Rusia, Kamis, berhasil menguji coba rudal bertenaga nuklir antar-benuanya yang baru, Bulava. setelah setelah beberapa bulan serangkaian kegagalan yang memalukan.

Rudal itu ditembakkan dari kapal selam Dmitry Donskoi dan menghantam sasarannya din Kura, semenanjung Kamkhatka di Lautan Pasifik, yang jaraknya terpaut 6.000Km, demikian menurut Kementerian Pertahanan Rusia.

"Parameter lintasan rudal berhasil seperti yang direncanakan dan hulu ledaknya dengan sukses mendarat di tempat penembakan Kura," kata pernyataan Kementerian Pertahanan yang dikutip oleh kantor-kantor berita Rusia.

Peluncuran terakhir Bulava pada Desember lalu berakhir dalam salah satu keadaan paling ketika rudal itu hancur terlalu cepat dalam penerbangannya, yang menghasilkan bulu-bulu tipis spektakuler yang kelihatan di atas Norwegia.

Kantor-kantor berita mengatakan peluncuran itu adalah uji coba yang ke-13 Bulava. Dari 12 uji coba peluncurannya terakhir, hanya lima yang dianggap sepenuhnya atau sebagian berhasil.

Bulava, yang dapat diperlengkapi 10 hulu ledak nuklir yang ditargetkan sendiri-sendiri, memiliki jarak tembak maksimal 8.000Km.

"Senjata ini akan menjamin keamanan Rusia dalam 30-40 tahun kedepan," kata pakar pertahanan Rusia Igor Korchenko, penasehat Kementerian Pertahanan, kepada kantor berita RIA Novosti.

Penggabungannya ke dalam angkatan bersenjata merupakan bagian dari pembaruan besar-besarn yang ditujukan untuk memperbaiki struktur dan peralatan angkatan bersenjata era Soviet.

Peluncuran Bulava yang gagal Desember lalu telah menimbulkan bayangan gambar spektakuler di angkasa di atas kota Tromso di Norwegia, yang mendorong munculnya spekulasi awal citra itu diakibatkan oleh meteor, cahaya dari arah utara atau bahkan UFO.

Satu sumber berpangkat tinggi di kantor kepala staf Rusia mengatakan kepada kantor berita Interfax bahwa rudal itu sekarang dapat dimasukkan ke dalam angkatan bersenjata pertengahan 011.

"Dua uji coba lagi telah direncanakan pada akhir tahun ini," kata sumber tersebut, yang tak mau disebutkan namanya.

Rudal itu dirancang untuk digunakan dengan kapal selam kelas nuklir Borei baru Rusia seperti Yury Dolgoruky and Alexander Nevsky. Beberapa pengamat mengatakan kapal-kapal itu berisiko akan menjadi tak berharga kecuali karya Bulavanya.

Rusia bulan lalu mengumumkan rencana untuk melipat-tigakan pengeluaran pertahanannya menjadi 19 triliun rubel (613 miliar dolar Amerika Serikat) dalam satu dasawarsa kedepan sebagai bagian dari upaya modernisasi militernya.

Sumber : ANTARA

AS Ingin Ajak Korut Berunding Lagi Tentang Nulir

AS Ingin Ajak Lagi Korut Berunding Nuklir

Washington (ANTARA News) - Amerika Serikat mungkin akan memulai lagi pembicaraan dengan Korea Utara pada Januari, dan perundingan enam negara menyangkut perlucutan senjata nuklir juga dapat dimulai dalam beberapa bulan, demikian Wall Street Journal melaporkan, Jumat.

"Saya dapat memperkirakan bahwa mungkin dalam beberapa bulan yang akan datang kami akan berunding kembali dengan Korea Utara, secara bilateral, dan kemudian melalui proses enam negara," kata seorang pejabat senior AS yang mempengaruhi Korea Utara yang dikutip surat kabar itu

Harian itu, yang mengutip sejumlah pejabat AS dan Asia, mengatakan pembicaraan AS-Korea Utara dapat diselenggarakan "pada Januari".

Pembicaraan enam negara yang melibatkan Korea Utara dan Korea Selatan, China, Jepang, Rusia dan AS sebelumnya telah memperoleh janji Korea Utara untuk menghentikan program nuklirnya, tapi Pyongyang marah pada April tahun lalu.

Wall Street Journal mengatakan optimisme AS pada pembicaraan baru itu berdasar pada peredaan ketegangan antara kedua Korea dan juga pada "jaminan" yang diberikan oleh China, sekutu utama Korea Utara, bahwa Pyongyang ingin berunding.

"Keberhasilan nyata rencana suksesi Kim Jong Il, para pejabat AS dan Asia yakin telah memperkuat posisinya untuk membuat keputusan strategis di meja perundingan dan di bidang lainnya," tambah koran itu.

Putra bungsu Kim Jong Il, Kim Jong-Un, diperkirakan berusia sekitar 27 tahun, pekan lalu telah ditunjuk menjadi seorang jenderal bintang empat dan diberi jabatan-jabatan partai yang berpengaruh, yang tampaknya memastikan statusnya sebagai calon yang akan menggantikan ayahnya yang sudah tua dan sakit.

Associated Press melaporkan, Jumat, bahwa seorang pejabat senior Korea Utara telah memberikan konfirmasi terbuka pertama bahwa anak laki-laki bungsu Kim itu akan menggantikan ayahnya.

Beberapa pejabat AS seperti dikutip Wall Street Journal mengatakan bahwa mereka ingin memulai kembai perundingan dengan Utara karena kekhawatiran yang bertambah bahwa Korea Utara mungkin akan maju sedikit demi sedikit dengan program senjata nuklirnya.

Pyongyang telah menguji-coba dua bom nuklir dalam empat tahun terakhir.(*)
Sumber: ANTARA

Taiwan Tetap Beli Senjata Dari US

China-Taiwan
Meski Membaik Taiwan Tetap Beli Senjata

TAIPEI, KOMPAS.com - Taiwan akan tetap membeli senjata di luar negeri karena pihaknya tidak dapat tergantung hanya pada memperbaiki hubungan dengan China untuk menjamin keamanannnya.

"Tentu, untuk keamanan Taiwan kita tidak dapat menempatkan harapan kita pada hanya memperbaiki hubungan dengan China," kata Presiden Ma Ying-jeou dalam pidato Hari Nasional di Taipei, Minggu (10/10/2010).

"Karena itu adalah kebutuhan kita dan kebijakan kita yang tidak tidak dapat diubah untuk membangun satu kemampuan pertahanan yang independen dan tetap membeli dari luar negeri senjata-senjata pertahanan yang tidak dapat kita produksi sendiri."

Ma dipilih dengan janji memperbaiki ekonomi Taiwan, terutama dengan meningkatkan pertukaran dengan China.

Selama ia berkuasa, hubungan antara Taiwan dan China menghangat dengan cepat dan kini berada dalam persahabatan paling erat sejak tahun 1949, ketika kedua pihak terpecah pada akhir perang saudara.

"Kita akan tetap memperluas pertukaran ekonomi, kebudayaan dan sosial untuk meningkatkan saling percaya," kata Ma.

AS Januari lalu menyetujui paket senjata senilai 6,4 miliar dolar termasuk helikopter-helikopter, pertahanan-pertahanan anti rudal dan kapal-kapal penyapu ranjau untuk Taiwan, yang juga masih mendesak untuk membeli jet-jet tempur F-16.

China, yang berikrar akan menyatukan kembali Taiwan yang memiliki pemerintah sendiri itu, mengecam keras penjualan senjata itu dan kini mulai kembali menghentikan pertukaran militer dengan AS.

Bulan lalu, PM China Wen Jiabao yang dikutip media yang berpusat di Taipei menyatakan, rudal-rudal China daratan yang diarahkan ke Taiwan pada satu saat akan dipindahkan. Ma menyambut baik niat Wen ini, dalam pidatonya itu.

"Pihak berwenang China daratan belum lama ini membuat sebuah pernyataan tentang penarikan rudal-rudal itu. Kami kira ini adalah satu tindakan positif bagi hubungan antara Taiwan dan China dan kita mengharapkan hal itu akan direalisasikan segera," kata Ma.

Para pakar Taiwan memperkirakan militer China menggelarkan lebih dari 1.600 rudal yang diarahkan ke pulau itu.

Sumber: Kompas